Kembali

Umrahpedia

Apa itu Umroh? Pengertian dan Dasar Hukumnya

Informasi

Apa itu Umroh? Pengertian dan Dasar Hukumnya

Secara bahasa, kata umroh (Arab: 'umrah) berarti "berkunjung" atau "berziarah". Secara istilah, umroh adalah ibadah dengan cara mengunjungi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu, yaitu ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul (mencukur/memotong rambut), dengan niat beribadah kepada Allah. Umroh sering disebut sebagai "haji kecil" karena sebagian rangkaiannya mirip dengan haji, namun lebih sederhana dan lebih ringkas. Perbedaan mendasar dengan haji: umroh bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, tidak terikat waktu tertentu. Haji hanya bisa dilaksanakan pada waktu tertentu di bulan Dzulhijjah. Dasar hukum. Perintah menyempurnakan umroh disebut dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 196: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah…" Mengenai status hukumnya, ulama berbeda pendapat: - Menurut madzhab Syafi'i dan Hanbali, umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. - Menurut madzhab Hanafi dan Maliki, umroh hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Di Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi'i, umroh umumnya dipandang sebagai ibadah yang sangat dianjurkan untuk ditunaikan bila sudah mampu secara fisik dan biaya.

29 Agt 2026

Apa itu Haji? Pengertian dan Dasar Hukumnya

Informasi

Apa itu Haji? Pengertian dan Dasar Hukumnya

Secara bahasa, haji (Arab: hajj) berarti "menyengaja" atau "menuju". Secara istilah, haji adalah ibadah mengunjungi Baitullah (Ka'bah) dan menjalankan rangkaian ibadah tertentu — puncaknya wukuf di Padang Arafah, pada waktu yang telah ditentukan, yaitu bulan-bulan haji hingga puncaknya pada tanggal 9–13 Dzulhijjah. Haji adalah rukun Islam yang kelima. Ia wajib ditunaikan satu kali seumur hidup bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, terutama mampu (istita'ah) secara fisik, biaya, dan keamanan perjalanan. Dasar hukum. Kewajiban haji ditegaskan dalam Al-Qur'an, Surah Ali 'Imran ayat 97: "…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…" Dalam hadits masyhur, Nabi Muhammad ﷺ menyebut haji sebagai salah satu dari lima pilar Islam, bersama syahadat, shalat, zakat, dan puasa Ramadhan. Yang membuat haji berbeda dari ibadah lain: ia menggabungkan ibadah fisik (berjalan, tawaf, melontar jumrah), harta (biaya perjalanan, kurban/dam), dan waktu-tempat yang sangat spesifik. Karena hanya bisa dilakukan pada musim haji dan kuotanya terbatas, di Indonesia calon jamaah umumnya harus menunggu bertahun-tahun setelah mendaftar.

29 Agt 2026

Perbedaan Umroh dan Haji

Informasi

Perbedaan Umroh dan Haji

Banyak pemula mengira umroh dan haji sama saja. Keduanya memang sama-sama dilakukan di Makkah dan punya beberapa rangkaian yang mirip (ihram, tawaf, sa'i), tetapi ada perbedaan penting. Berikut ringkasannya. Umroh - Waktu: Kapan saja sepanjang tahun - Hukum: Wajib (Syafi'i/Hanbali) atau sunnah muakkadah (Hanafi/Maliki) - Puncak ibadah: Tidak ada wukuf - Rangkaian tambahan: Tidak ada - Durasi: Beberapa jam bisa selesai - Frekuensi anjuran: Boleh berkali-kali Haji - Waktu: Hanya pada musim haji (puncaknya 9–13 Dzulhijjah) - Hukum: Wajib, rukun Islam kelima, bagi yang mampu - Puncak ibadah: Wukuf di Arafah (tidak sah haji tanpa ini) - Rangkaian tambahan: Wukuf, mabit di Muzdalifah & Mina, melontar jumrah - Durasi: Beberapa hari (rangkaian bertahap) - Frekuensi anjuran: Wajib cukup sekali seumur hidup Inti perbedaannya: semua rangkaian umroh ada di dalam haji, tetapi haji punya tambahan yang tidak ada di umroh — terutama wukuf di Arafah, yang menjadi inti dan penentu sahnya haji. Karena itu umroh sering disebut "haji kecil". Dalam praktik, banyak jamaah haji Indonesia menjalankan haji tamattu', yaitu melaksanakan umroh lebih dulu, lalu haji pada waktunya (dibahas di artikel Jenis-Jenis Haji).

29 Agt 2026

Siapa yang Wajib Melaksanakan Haji dan Umroh?

Informasi

Siapa yang Wajib Melaksanakan Haji dan Umroh?

Tidak semua orang otomatis wajib berhaji atau berumroh. Kewajiban ini baru berlaku ketika seseorang memenuhi syarat wajib. Menurut jumhur (mayoritas) ulama, syaratnya adalah: - Islam, ibadah ini hanya diwajibkan atas Muslim. - Baligh, sudah dewasa. Anak yang belum baligh boleh ikut dan mendapat pahala, tetapi tidak menggugurkan kewajiban hajinya saat dewasa nanti. - Berakal, orang yang hilang akal tidak terbebani kewajiban. - Merdeka, (syarat historis; pada masa perbudakan, budak tidak diwajibkan). - Mampu (istita'ah), ini syarat yang paling menentukan. Apa itu "mampu" (istita'ah)? Mencakup beberapa hal: - Mampu secara harta, punya biaya untuk perjalanan dan bekal, sekaligus mencukupi nafkah keluarga yang ditinggalkan. - Mampu secara fisik, sehat dan kuat menjalani perjalanan serta rangkaian ibadah. - Aman perjalanannya, rute dan kondisi memungkinkan untuk ditempuh dengan aman. - Untuk perempuan, sebagian ulama menambahkan syarat adanya mahram atau rombongan yang aman (ada perbedaan pendapat; kebijakan resmi juga mengaturnya). Catatan penting: kewajiban haji bersifat "bagi yang mampu". Orang yang belum mampu tidak berdosa karena belum berhaji. Namun bila sudah mampu, sebaiknya tidak ditunda-tunda, karena kemampuan (harta, kesehatan, usia) bisa berubah sewaktu-waktu.

29 Agt 2026

Sejarah Singkat Ibadah Haji dan Umroh

Informasi

Sejarah Singkat Ibadah Haji dan Umroh

Ibadah haji berakar jauh sebelum masa Nabi Muhammad ﷺ, yakni sejak zaman Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Pembangunan Ka'bah. Al-Qur'an mengisahkan bahwa Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail, meninggikan fondasi Ka'bah (Baitullah) di Makkah atas perintah Allah (QS Al-Baqarah: 127). Setelah itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia agar berhaji ke rumah tersebut (QS Al-Hajj: 27). Jejak dalam rangkaian ibadah. Beberapa ritual haji dan umroh mengenang peristiwa keluarga Nabi Ibrahim: - Sa'i (berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah) mengenang perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, mencari air untuk bayinya Ismail, yang kemudian memunculkan mata air Zamzam. - Melontar jumrah mengenang penolakan Nabi Ibrahim terhadap godaan setan. - Kurban mengenang kesediaan Nabi Ibrahim mengorbankan Ismail atas perintah Allah, yang lalu diganti dengan seekor hewan. Masa sebelum Islam. Menjelang masa kenabian Muhammad ﷺ, ritual haji masih berlangsung tetapi telah tercampur praktik jahiliyah, termasuk penyembahan berhala di sekitar Ka'bah. Pemurnian oleh Nabi Muhammad ﷺ. Setelah pembebasan Makkah (Fathu Makkah), Ka'bah dibersihkan dari berhala. Pada tahun 10 Hijriah, Nabi ﷺ melaksanakan Haji Wada' (haji perpisahan) — satu-satunya haji beliau — yang menjadi contoh baku tata cara haji yang diikuti umat Islam hingga kini.

29 Agt 2026

Keutamaan dan Manfaat Umroh/Haji

Informasi

Keutamaan dan Manfaat Umroh/Haji

Umroh dan haji memiliki banyak keutamaan yang disebut dalam hadits, di samping manfaat pribadi dan sosial. Berikut yang utama. Keutamaan yang disebut dalam hadits: - Menghapus dosa. Nabi ﷺ menyebut bahwa umroh ke umroh berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. - Haji mabrur berbalas surga. Dalam hadits, "haji mabrur tidak ada balasan yang setimpal baginya selain surga." Haji mabrur adalah haji yang diterima, ditandai antara lain oleh perubahan menjadi lebih baik setelah pulang. - Kembali bersih seperti bayi. Nabi ﷺ menyebut orang yang berhaji tanpa berbuat rafats (ucapan/perbuatan kotor) dan kefasikan akan kembali dalam keadaan bersih dari dosa seperti hari ia dilahirkan. - Umroh di bulan Ramadhan disebut memiliki keutamaan yang sangat besar. Manfaat spiritual: - Memperbarui keimanan dan ketakwaan. - Melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepasrahan. - Kesempatan bertaubat dan memohon ampun di tempat-tempat mustajab. Manfaat sosial dan personal: - Persatuan umat, jamaah dari seluruh dunia berkumpul dengan pakaian dan tujuan yang sama, mengikis sekat suku, bangsa, dan status. - Pelajaran kesetaraan, semua tampak sama di hadapan Allah. - Ketahanan diri, melatih disiplin, manajemen waktu, dan ketangguhan fisik-mental.

29 Agt 2026