Umrahpedia

Informasi
Sejarah Singkat Ibadah Haji dan Umroh
29 Agustus 2026
Ibadah haji berakar jauh sebelum masa Nabi Muhammad ﷺ, yakni sejak zaman Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Pembangunan Ka'bah. Al-Qur'an mengisahkan bahwa Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail, meninggikan fondasi Ka'bah (Baitullah) di Makkah atas perintah Allah (QS Al-Baqarah: 127). Setelah itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia agar berhaji ke rumah tersebut (QS Al-Hajj: 27). Jejak dalam rangkaian ibadah. Beberapa ritual haji dan umroh mengenang peristiwa keluarga Nabi Ibrahim: - Sa'i (berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah) mengenang perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, mencari air untuk bayinya Ismail, yang kemudian memunculkan mata air Zamzam. - Melontar jumrah mengenang penolakan Nabi Ibrahim terhadap godaan setan. - Kurban mengenang kesediaan Nabi Ibrahim mengorbankan Ismail atas perintah Allah, yang lalu diganti dengan seekor hewan. Masa sebelum Islam. Menjelang masa kenabian Muhammad ﷺ, ritual haji masih berlangsung tetapi telah tercampur praktik jahiliyah, termasuk penyembahan berhala di sekitar Ka'bah. Pemurnian oleh Nabi Muhammad ﷺ. Setelah pembebasan Makkah (Fathu Makkah), Ka'bah dibersihkan dari berhala. Pada tahun 10 Hijriah, Nabi ﷺ melaksanakan Haji Wada' (haji perpisahan) — satu-satunya haji beliau — yang menjadi contoh baku tata cara haji yang diikuti umat Islam hingga kini.