Safar Al-Mubarak: Panduan Lengkap Keutamaan, Adab, dan Ibadah Sunnah dalam Perjalanan

Ilustrasi orang bersafar

Safar atau melakukan perjalanan jauh dalam Islam bukan sekadar perpindahan raga dari satu kota ke kota lain. Secara etimologi, safar berarti “menyingkap”, karena melalui perjalananlah karakter asli seseorang, kekuatan fisiknya, serta kedalaman tawakal-nya tersingkap. Agar perjalanan kita tidak hanya berakhir sebagai lelah yang sia-sia, mari kita selami bagaimana syariat membimbing kita menjadikan setiap kilometer perjalanan sebagai ladang pahala.


Keutamaan Safar: Saat Langit Mendengar Doa Anda

Islam memandang musafir (orang yang bersafar) dengan penuh kasih sayang. Safar dipandang sebagai momentum spiritual yang kuat karena beberapa alasan:

  1. Waktu Mustajab Berdoa: Rasulullah SAW bersabda bahwa doa musafir adalah salah satu yang tidak tertolak. Kelelahan dan keterasingan di tempat baru justru menjadikan hati seorang hamba lebih dekat dan tulus saat memohon kepada Allah.
  2. Pembersih Dosa: Kesabaran dalam menghadapi kesulitan di jalan (seperti macet, cuaca, atau ketidaknyamanan) berfungsi sebagai penghapus kesalahan-kesalahan kecil.
  3. Madrasah Kehidupan: Safar memberikan perspektif baru, memperluas wawasan, dan menumbuhkan rasa syukur atas keberagaman ciptaan Allah.

Adab Safar: Menjaga Integritas Spiritual di Perjalanan

Agar perjalanan mendatangkan keberkahan, seorang Muslim hendaknya mempersiapkan diri dengan adab-adab yang menyentuh aspek lahir dan batin:

  • Meluruskan Niat: Langkah pertama adalah memastikan tujuan safar. Apakah untuk ibadah, mencari nafkah halal, atau silaturahmi? Hindari safar yang bertujuan untuk kemaksiatan.
  • Bertaubat dan Membersihkan Diri: Sebelum melangkah, lakukan taubat nasuha. Safar adalah ketidakpastian; maka berangkatlah dalam keadaan hati yang suci dari dosa kepada Sang Pencipta.
  • Menuntaskan Kezaliman & Urusan Manusia: Pastikan tidak ada hak manusia yang kita rampas. Mintalah maaf dan kendalikan diri dari menyakiti perasaan orang lain sebelum berangkat.
  • Wasiat dan Utang Piutang: Menuliskan wasiat terkait utang atau amanah yang belum selesai adalah sunnah yang sangat ditekankan. Ini memastikan urusan duniawi Anda tidak membebani keluarga jika terjadi sesuatu yang tak terduga.
  • Bekal Harta yang Halal: Doa yang mustajab sangat bergantung pada apa yang kita konsumsi. Gunakanlah harta yang suci dan halal untuk biaya perjalanan agar Allah rida menaungi setiap langkah Anda.
  • Memilih Teman yang Sholeh: Carilah rekan perjalanan yang memiliki kualitas spiritual yang baik. Teman yang sholeh akan menjadi pengingat saat Anda lelah dan penjaga saat Anda lalai.
  • Disiplin Ibadah Wajib: Safar memberikan keringanan (rukhsah) berupa jama’ dan qashar, namun jangan menjadikannya alasan untuk mempermudah atau meninggalkan sholat. Sholat adalah jangkar keselamatan Anda di jalan.
  • Istiqomah dalam Dzikir & Aturan: Selalu basahi lisan dengan doa. Selain itu, menaati ketentuan hukum dan aturan lalu lintas adalah bagian dari adab untuk menjaga keselamatan jiwa (hifzun nafs).

Sholat Sunnah Safar: Benteng Spiritual Sebelum Berangkat

Sebelum benar-benar meninggalkan rumah, terdapat satu sunnah yang sering terlupakan namun memiliki nilai yang sangat besar: Sholat Sunnah Safar.

Tata Cara Singkat: Dilakukan sebanyak dua rakaat di dalam rumah sesaat sebelum berangkat. Dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Hadist dan Keutamaannya: Keutamaan sholat ini adalah sebagai jaminan penjagaan Allah terhadap apa yang kita tinggalkan di rumah. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu bagi keluarganya yang lebih baik daripada dua rakaat sholat yang ia kerjakan di rumahnya ketika hendak bepergian.” (HR. Ath-Thabrani).

Dengan sholat ini, Anda menitipkan rumah, harta, dan keluarga Anda langsung kepada sebaik-baik penjaga, yaitu Allah SWT. Anda keluar rumah bukan dengan rasa cemas, melainkan dengan ketenangan karena telah bertawakal sepenuhnya.


Kesimpulan: Menuju Perjalanan yang Mabrur

Safar adalah cerminan kecil dari perjalanan besar manusia menuju akhirat. Dengan meluruskan niat, menyelesaikan urusan manusia, menjaga bekal yang halal, dan mengawali langkah dengan sujud sholat sunnah, kita telah mengubah perjalanan biasa menjadi perjalanan ibadah yang penuh dengan perlindungan Ilahi.